Jamin Keamanan Pangan, dengan Verifikasi Pelaku Usaha

HSS dan Tabalong – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan terus melaksanakan pengawasan pre market yang hasil akhirnya berupa sertifikasi dan registrasi dengan memenuhi persyaratan keamanan pangan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjamin keamanan pangan dengan melakukan penilaian penerapan sanitasi higiene proses produksi di pelaku usaha sehingga produk PSAT yang dihasilkan aman dan bermutu.

Fungsional PMHP DKP, Darmadi memastikan bahwa penilaian lapang terhadap ketidaksesuai an persyaratan standar higiene ditemukan jenis penyimpangan yang terdiri dari 3 kriteria yakni mayor, minor, serius.  Hasil penilaian penerapan sanitasi higiene di PERUMDA Tabalong yang diwakili oleh 1 pabrik penggilingan padi (RMU) ditemukan kriteria mayor dan minor yaitu masih belum menerapkan kebersihan, tidak tersedianya dokumen SOP sehingga tidak lengkap, tidak memiliki lay out/alur semua proses dalam mengemas beras, mulai dari penerimaan bahan baku, penggilingan, sampai dengan proses pengemasan. Selain itu, jenis penyimpangan ketidaksesuaian serius karena bangunan dinilai masih kurang baik. Hasil akhir dari temuan ketidaksesuaian terhadap penerapan sanitasi higiene terhadap PERUMDA Tabalong dikelompokkan ke dalam level 4. Dengan level tersebut PERUMDA Tabalong harus melaksanakan audit internal sebanyak 3 bulan sekali sampai level penerapan sanitasi higiene tingkat 2, Rabu (10/02/2021).

Ditambahkannya, tidak hanya di Tabalong, DKP juga melakukan Penilaian Lapang di Kelompok Tani Wana Makmur Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terdapat ketidaksesuaian Pedoman Sanitasi Higiene dengan maksud serius dan mayor seperti tidak tersedianya SOP, tidak menunjukkan kalibrasi serta alat pengukur kelembaban di ruang penyimpanan, proses pengemasan produksi tidak memiliki layout / alur proses dalam mengemas beras, mulai dari penerimaan bahan baku, penggilingan sampai dengan proses pengemasan, identitas tidak tersedia dengan baik, juga tidak memiliki catatan distribusi produk yang dijual. Ketidaksesuaian kriteria minor dengan tidak adanya peringatan kebersihan dan tidak dilakukan kalibrasi peralatan, dalam hal tersebut rating fasilitas termasuk ke dalam level 4. Dengan level tersebut Kelompok Tani Wana Makmur Kabupaten HSS harus melaksanakan audit internal sebanyak 3 bulan sekali sampai level penerapan sanitasi higiene tingkat 3, Kamis (11/02/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas