Pembinaan dan Pengawasan Terhadap Pelaku Usaha PSAT

HSS dan HSU – Dinas Ketahanan Pangan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha. Hal ini agar permasalahan jaminan mutu dan keamanan produk pangan segar hasil pertanian yang dihasilkan terbebas dari cemaran zat – zat kimia berbahaya dan  cemaran biologis, memerlukan penanganan secara spesifik dan peran instansi terkait dalam perwujudan mutu dan keamanan pangan secara berkesinambungan.

Kepala Bidang Keamanan Pangan DKP, Fathur Rahmani, memastikan bahwa Beras yang diproduksi dikemas dalam kemasan karung plastik 3 Kg, 5 Kg dan 10 kg yang dikemas menggunakan alat kemas semi otomatis, dan ditimbang. Selain itu, hasil pangan diproduksi tidak menggunakan pestisida maupun fungisida. Sehingga Pelaku usaha  KT. Budi Bakti Kabupaten HSS menerima 1 (satu) sertifikat nomor registrasi PSAT untuk komoditas beras dengan nomor registrasi 63.06-II-I.01-0002-05/2020, Selasa (6/04/2021).

Ditambahkannya tidak hanya melakukan pembinaan dan pengawasan di HSS, DKP juga melakukan pembinaan dan pengawasan Pelaku usaha PSAT Gapoktan Usaha Bersama Kabupaten HSU, memastikan bahwa Gapoktan Usaha Bersama memproduksi beras putih dan beras merah yang keduanya sudah mendapat sertifikat organik dari Inofice sehingga berhak menerima menerima 2 (dua) sertifikat nomor registrasi PSAT dengan nomor sertifikat 63.08-II-I.03-0002-09/2019 dan 63.08-II-I.03-0003-09/2019. Permasalahan pelaku usaha di musim tanam tahun 2021 semua lahan ditanami oleh anggota gapoktan namun kondisi air di lahan masih belum stabil karena masih sering mengalami banjir, tetapi pelaku usaha tetap antusias membantu mewujudkan keamanan pangan, Rabu (7/04/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas