Pengambilan Sampel Beras Premium Sebagai Hasil Uji Kelas Mutu Beras

 

Banjarmasin – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan terus bersinergi dalam mewujudkan pilar ketahahanan pangan salah satu implementasi dalam pemenuhan hak pangan masyarakat. Hal ini adalah langkah untuk mengedapankan aspek keamanan pangan yang beredar di masyarakat melalui peran kelembagaan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).

 

Kepala Bidang Keamanan Pangan, Fathur Rahmani memastikan bahwa pengambilan sampel yang akan dilakukan kepada  CV. Hasil Bumi terdapat 8 merek yang didaftarkan sesuai pangsa pasarnya yaitu Pandan; Nasi Pandan; Nasi Wangi; Lele King; Lele Pandan; HSBM Hasil Bumi; Ikan Haruan; Lele Mangkok. Hanya 5 (lima) merek beras yang dilakukan pengambilan sampel dengan melakukan metode acak di tumpukan beras sampai didapatkan berat total ± 3 Kg. dari 5 merek beras tersebut kemudian dibagi menjadi 3 yang dikemas masing masing ± 1 Kg. Hasil sampel di kirim ke Laboratorium akan diuji menggunakan standar dari Permentan 53 Tahun 2018.

 

Kasi Keamanan Pangan, Nufrin Yapada menambahkan berdasarkan hasil Pengujian yang dilakukan di Laboratorium PT Angler Biochamlab di Surabaya Jawa Timur terdapat 6 bahan aktif pestisida dan 2 logam berat. 6 bahan aktif tersebut yaitu Carbaryl,Chlordane,Dichlorvos,Dinotefuran,Diqual,Flutalanil dan 2 logam berat tersebut yaitu Kadmium, Timbal.

 

Ditambahkan oleh Fungsional PMHP DKP, Darmadi Selain di uji keamanan pangan, produk PT. FNA juga di uji di laboratorium Uji Mutu Barang karena pencantuman klasifikasi produk Beras Premium harus disertai hasil uji kelas mutu beras, Jumat (02/07/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas