PENGAMBILAN SAMPEL KOMODITAS EDAMAME DAN DAUN BAWANG UNTUK SERTIFIKASI PRIMA 3

 

Tabalong – Kebijakan pangan dan gizi dilaksanakan untuk menggerakan sektor – sektor strategis produksi dan ekonomi domestik dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, OKKP-D Provinsi Kalimantan Selatan yang merupakan suatu kelembagaan sesuai tugas dan fungsinya diberikan kewenangan untuk melaksanakan pengawasan sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian, baik sebelum diedarkan (Pre Market) melalui sistem jaminan mutu keamanan pangan segar (sertifikasi) dan setelah diedarkan (Post Market) melalui inspeksi dan pemeriksanaan dengan fokus penegakan hukum.

kasi kelembagaan dan informasi keamanan pangan DKP, Nufrin Yapada, memastikan bahwa Kelompok tani Hijau Daun mengembangkan beberapa varietas tanaman sayuran diantaranya adalah jagung, daun bawang, edamame, kangkung, bayam, sawi, tomat dengan total luasan lahan 1,2 ha. Fasilitas dan Sarana Produksi yang dimiliki kelompok tani Hijau Daun berupa hand traktor, cultivator, sprayer, Genset 9 PK & 15 PK, Gudang pembuatan pupuk, keranjang panen. Dari hasil registrasi kebun didapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan penilaian kreteria memenuhi standar minimal kelulusan register kebun baik yang dianjurkan. Kelompok tani juga memastikan hanya Daun Bawang dan Edamame yang didaftarkan sertifikasi prima 3, Senin (14/06/2021)

Ditambahkan oleh Fungsional PMHP DKP, Darmadi proses pengambilan sampel adalah bahwa saat dilakukan pengambilan sampel edamame yang siap dipanen seluas 10 m x 20 m yang ditanam di 10 bedengan, sedangkan saat dilakukan pengambilan sampel daun bawang di panen dengan luasan 6 m x 18 m yang ditanam diatas 4 bedengan. Sampel diambil menggunakan metode silang diambil dari tiap pojok areal dan titik tengah dari lahan, sampai sampel mendapatkan berat ± 3 Kg. Selanjutnya sampel dilakukan penimbangan ulang sampai didapatkan berat ± 1 Kg masing masing sampel kemudian dikemas menggunakan almunium foil, dilakban dan diberi label sebelum dikirim ke laboratorium, Selasa (15/06/2021) dan tinggal menunggu hasil uji laboratorium untuk memutuskan bahwa komoditas layak mendapatkan sertifikasi Prima 3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *