RAPAT KOORDINASI, SINKRONISASI dan EVALUASI KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) di KABUPATEN/KOTA SE KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2021

 

Kalimantan Selatan, Dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga, maka pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, dan konservasi tanaman pangan untuk masa depan diaktualisasikan dalam kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan menggerakkan kembali budaya menanam di lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun di perdesaan.

Di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2021 terdapat 87 kelompok pelaksana kegiatan P2L, yang terdiri dari 72 kelompok didanai anggaran APBN dan 15 kelompok anggaran APBD. Kegiatan P2L dilaksanakan juga dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan/atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan. Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran kegiatan P2L, maka Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan pertemuan Koordinasi, Sinkronisasi dan Evaluasi kegiatan Pekarangan Pangan Lestari yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota penerima manfaat kegiatan Pekarangan Pangan Lestari. mengawasi, mengendalikan dan melaporkan kegiatan kelompok menerima bantuan P2L.

Kegiatan ini dilaksanakan di 13 kabupaten / kota se Kalimantan Selatan yang dimulai pada akhir bulan Maret dan awal bulan April Tahun 2021. Narasumber yang mengisi rakor tersebut adalah Ir. Dr. H. Suparno, MP (Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalsel), Bapak Ir. Yanuar Pribadi, M.Si. dan Ibu Ir. Retna Qomariah, M.Si, (BPTP), Bapak Riza Rosadi, SP. dan Ibu Tutuk Munikah, S.Si., M.Si.

Adapun beberapa materi yang disampaikan yaitu bagaimana fungsi peran anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan KRPL/P2L dan cara berorganisasi yang sehat serta bagaimana peran ibu-ibu anggota kelompok dalam memutus mata rantai stunting dengan mengkonsumsi sayuran yang sesuai anjuran Kesehatan. Sedangkan materi yang berkaitan pelaksanaan bantuan pemerintah ini yaitu hak kelompok mendapatkan dana Banper dan membelanjakan sesuai dengan RKKA yang telah di susun, kewajiban kelompok melaksanakan kegiatan penanaman dan mencatatat semua proses administrasi yang terjadi sampai dengan membuat laporan akhir.  Hak dan kewajiban Tim Teknis melakukan pembinaan dan pendampingan ke kelompok dan memastikan kegiatan dikelompok benar sesuai dengan juknis maupun juklak kegiatan P2L, serta membuat laporan setiap 3 bulan sekali untuk melaporkan progress kegiatan P2L di kelompok yang didampingi.

Dengan dilaksanakannya kegiatan rakor sinkronisasi dan evaluasi kegiatan ini diharapkan bisa mencukupi ketersediaan pangan dan gizi di tingkat rumah tanggga, dan tidak hanya akan bersifat temporari atau sementara mendapatkan dana bantuan saja. Sebelum mengharapkan orang lain memanfaatkan pekarangan, maka alangkah lebih baik jika dilakukan terlebih dahulu di pekarangan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas