SERTIFIKASI PRIMA 3 KEPADA 2 PELAKU USAHA HASIL PANGAN

Banjarmasin dan Barito Kuala – Dinas ketahanan Pangan terus memberikan sertifikasi prima 3 terhadap pelaku usaha. Hal ini agar permasalahan keamanan pangan dalam menjamin hasil pertanian tetap aman, higenis, bermutu, bergizi dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat agar dapat hidup sehat dan produktif setiap saat dan setiap waktu.

Kepala Bidang Keamanan Pangan DKP, Fathur Rahmani, memastikan bahwa Pelaku usaha Pondok Jamur Lily Kota Banjarmasin sampai saat masih berproduksi salah satunya komoditas jamur tiram yang dipasarkan sampai ke pasar modern di Kota Banjarmasin. Produksi jamur tiram dilakukan secara steril oleh pelaku usaha karena hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil produksi jamur tiram. Selain itu, Penggunaan insektisida dan fungisida sudah tidak dilakukan lagi, karena sudah menggunakan eco enzim yang diproduksi sendiri oleh pelaku usaha. Eco enzim dibuat dari bahan campuran antara gula, buah buahan yang busuk dan air, lalu melalui proses fermentasi dengan waktu sampai dengan 3 bulan, maka cairan yang dihasilkan bisa digunakan untuk mensterilisasi kumbung jamur. Penggunaan eco enzim digunakan dengan mencapurkannya ke air untuk membasahi kumbung. Sehingga Pelaku usaha Pondok Jamur Lily Kota Banjarmasin, berhak menerima 1 (satu) sertifikasi prima 3 untuk komoditas Jamur Tiram dengan nomor sertifikat 63.71-3-III.II.22-001-12/2019, Selasa (4/05/2021)

Ditambahkan oleh kasi kelembagaan dan informasi keamanan pangan bahwa tim keamanan pangan tidak hanya melakukan penyerahan sertifikasi di Kota Banjarmasin, tetapi juga melakukan penyerahan sertifikasi pelaku usaha PSAT Gapoktan Sejahtera Abadi Kabupaten Barito Kuala, Nufrin Yapada, memastikan bahwa Gapoktan Sejahtera Abadi memproduksi beras putih berjenis siam mayang yang bahan bakunya didapat dari wilayah Barito Kuala dan sekitarnya. Pengemasan dengan kemasan berlabel masih belum dilakukan karena pemasaran masih kewalahan memenuhi pesanan dari pelanggan tetap yang ada di Barito Kuala. Namun pelaku usaha PSAT dapat menjelaskan dengan baik setiap tahapan dari budidaya sampai ke pasca panen dan gudang sudah dilakukan pembersihan agar bisa digunakan, kawat gudang sudah diperbaiki sehingga berhak menerima 1 (satu) nomor sertifikat registrasi PSAT dengan nomor sertifikat 63.04-II-I.01-0007-05/2020. Permasalahan yang dihadapi Gapoktan Sejahtera Abadi saat ini adalah kegiatan produksi belum maksimal karena terhambat kondisi covid 19 dan musibah banjir yang dialami. Di musim tanam tahun ini semua lahan ditanami oleh anggota gapoktan namun kondisi air di lahan mereka masih belum stabil karena masih sering mengalami banjir, Rabu (5/05/2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas